Kamis, 04 Juni 2009

DEFINISI KOMUNIKASI

DEFINISI KOMUNIKASI


By: Sri Wahyuningsih


Sebagaimana dikemukakan John R. Wenburg dan William W. Wilmot juga Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodagen, setidaknya ada tiga kerangka pemahaman mengenai komunikasi, yakni komunikasi sebagai tindakan satu-arah, komunikasi sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi.
1. Komunikasi sebagai tindakan satu-arah
Komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang), lainnya, baik secara langsung (tatap-muka) ataupun melalui media, seperti surat kabar, surat, majalah, radio, atau televisi.
Pemahaman komunikasi sebagai proses satu searah ini oleh Michael Burgoon disebut sebagai “definisi berorientasi-sumber”. Definisi seperti ini mengisyaratkan komunikasi sebagai semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan respond orang lain. Dalam konteks ini, komunikasi dianggap suatu tindakan yang disengaja untuk menyampaikan pesan demi memenuhi kebutuhan komunikator, seperti menjelaskan sesuatu kepada orang lain atau membujuknya untuk melakukan sesuatu. Pendek kata, konseptualisasi komunikasi sebagai tindakan satu-arah menyoroti penyampaian pesan yang efektif dan mengisyaratkan bahwa semua kegiatan komunikasi bersifat persuasif.

Beberapa definisi yang sesuai dengan konsep ini adalah sebagai berikut:
Bernard Berelson dan Gary A. Steiner:
“Komunikasi: transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol--kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.”[2]
Theodore M. Newcomb:
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai transmisi informasi terdiri dari rangsangan yang diskriptif, dari sumber kepada penerima.”[3]
Carl I. Hovland:
“Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambing-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikate).”[4]
Gerald R. Miller:
“Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.”[5]
Everett M. Rogers:
“Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.”[6]
Raymond S. Ross:
“Komunikasi (intensional) adalah suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.”[7]
Harold Laswell:
(Cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut) Who says What In Which Channel To Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?[8]

2. Komunikasi sebagai interaksi
Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian. Seseorang menyampaikan pesan, baik verbal atau nonverbal, seorang penerima bereaksi dengan member jawaban verbal atau menganggukkan kepala, kemudian orang pertama beraksi lagi setelah menerima respons atau umpan balik dari orang kedua, dan begitu seterusnya. Salah satu unsur yang dapat ditambahkan konseptualisasi kedua ini adalah umpan balik (feed back), yakni apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan, yang sekalugus digunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenai efektivitas pesan yang ia sampaikan sebelumnya: apakah dapat dimegerti, dapat diterima, dan sebagainya sehingga berdasarkan umapan balik itu, sumber dapat mengubah pesan selanjutnya, kalau perlu, agar sesuai dengan tujuannya. Tidak semua respons penerima adalah umpan balik. Suatu pesan disebut umpan balik bila hal itu merupakan respons terhadap pesan pengirim dan bila mempengaruhi perilaku selanjutnya pengirim.

3. Komunikasi sebagai transaksi
Lam konteks ini komunikasi adalah suatu proses personal karena makna atau pemahaman yang kita peroleh pada dasarnya bersifat pribadi. Penafsiran anda atas perilaku verbal dan nonverbal orang lain yang anda kemukakan kepadanya juga mengubah penafsiran orang lain tersebut atas pesan-pesan anda, dan pada gilirannya, mengubah penafsiran anda atas pesan-pesannya, begitu seterunya. Pandangan ini lebih sesuai untuk komunikasi tatap-muka yang memungkinkan pesan atau respons verbal dan nonverbal bisa diketahui secara langsung.

Beberapa definisi yang sesuai dengan pemahaman ini adalah antara lain:
John R. Wenburg dan William W. Wilmot:
“Komunikasi adalah suatu usaha untuk memperoleh makna.”[9]
Donald Bykerdan Loren J. Anderson:
“Komunikasi (manusia) adalah berbagi informasi antara dua orang atau lebih.”[10]
William I. Gorden:
“Komunikasi secara ringkas dapat didefinisikan sebagai transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.”[11]
Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson:
“Komunikasi adalah proses memahami dan berbagi makna.”[12]
Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss:
“Komunikasi adalah proses pembentukan makna di antara dua orang atau lebih.”[13]

Para pakar tersebut mendefinisikan komunikasi sebagai proses karena komunikasi merupakan kegiatan yang ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran dan perpindahan. Terdapat kontuinitas dari setiap unsurnya.



[1] Mulyana, Deddy, 2006, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Remaja Rosdakarya, Bandung. Hal. 61-69.
[2] Jensen, hal.264
[3] M.Maqisuyuti, Intisari, April 1994, seperti dilaporkan Toto Wakistho, K1C94101, Fikom Unpad.
[4] Didit Widiatmoko, NIM 27199008, Program Magister Seni Rupa dan Desain ITB.
[5] Tempo, 13-19 Maret 2000.
[6] Adler dan Elmhorst, hal.88
[7] Lihat Kaye. Hal 124; Ralph Webb Jr. Interpersonal Speech Communicatin: Principles dan Practises. Englewood Cliffs Jersey: Prentice-Hall, 1975, hal.83.
[8] Hybels dan Weaver II, Hal.74.
[9] Condon dan Yousef, hal. 122.
[10] Tri Rainny Syafarani, K1A97059, Fikom Unpad.
[11] Vivi Retno Intenning, 978101018, FIK Unisba.
[12] Samovar dan Porter, hal. 175.
[13] Jensen, hal 264.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar